Peran Ulama dan Umara Dalam Mewujudkan Bangsa Indonesia yang Madani


Keduanya Memiliki Tanggung Jawab dan Tujuan Yang Sama

Peranan seorang umara (pemimpin/penguasa) negara dalam membangun bangsa Indonesia ini tidak pernah luput dari seorang ahli ulama, karena perjuangan seorang ulama dan umara sangat berpengaruh dalam mewujudkan bangsa Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.

Mengapa peranan ulama dan umara begitu sangat berpengaruh? Kita lihat saja sejarahnya ketika memperjuangkan negara Indonesia agar merdeka dari penjajahan, ketika perang kemerdekaan seorang umara dan ulama bersatu untuk berjuang melawan penjajah yang ingin datang menjajah Indonesia sehingga seorang umara menyeru kepada umat untuk bersatu melawan penjajah, bahkan ulama pun menfatwakan bahwa melindungi tanah air sebagian dari wujud keimanan seseorang.

Sosok ulama dan umara hingga saat ini sangat mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia. Selain karena penduduk mayoritas negara Indonesia yang beragama muslim, tetapi juga untuk membentuk masyarakat atau umat yang memiliki akhlak yang baik dan merangkul umat agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, salah satunya menjaga kerukunan sesama agama, antar agama dan antara pemerintah serta melaksanakan amar makruf nahyi munkar di tengah-tengah masyarakat atau umat.

Bagaimana Kondisi Ulama dan Umara di Negara Kita Hari Ini?

Bisa dikatakan keduanya bercerai-berai. Mengapa demikian? Penyebabnya sederhana, karena umara tidak paham dengan ajaran agamanya, bahkan dikesampingkan. Ulama tidak paham dengan masalah politik, bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa politik atau berpolitik itu haram, sehingga mengaburkan makna dari Al-Quran dan As-Sunnah yang sebenarnya. Terlebih masjid sekarang tidak lagi menjadi sentral Islam. Akibatnya, muncul dua kepemimpinan dalam Islam.

Bercerainya ulama dan umara mengakibatkan masyarakat Indonesia menjadi bingung dan galau. Sehingga masyarakat Indonesia ini tidak lagi memiliki landasan atau pegangan yang kuat dalam menyelesaikan semua masalah. Sedangkan masalah yang dihadapi bangsa ini sangat banyak sekali, salah satunya masalah ekonomi dan pendidikan. Bisa dibayangkan bila tidak diperhatikan akan seperti apa bangsa Indonesia nanti?

Jika kondisi seperti ini, maka apabila muncul pihak ketiga dan tujuannya mengompori masyarakat apalagi kalangan awam, dapat dipastikan masyarakat tidak akan percaya lagi dengan ulama dan umara (penguasa). Bahkan bisa lebih parah lagi, masyarakat tidak bisa dikontrol dengan baik dan bersifat bringas seperti yang dialami tahun 1998.

Langkah Konkrit yang Tepat

Melihat kondisi bangsa Indonesia yang carut-marut seperti ini disertai kondisi masyarakat yang semakin hari semakin rusak, peran ulama dan umara justru sangatlah diperlukan. Mereka harus bersatu dalam menghadapi masalah yang sudah jelas didepan mata, tidak boleh ada gesekan antara ulama dan umara.

Dengan cara bersatu dan kerjasama di antara ulama dan umara ini, akan membuat kondisi bangsa Indonesia dari segi ekonomi, pendidikan, sosial dan sebagainya bisa diatasi dengan baik dan masyarakat bisa terkontrol dengan benar. Mereka akan memiliki landasan yang kuat dari ulama dan umara dalam menghadapi berbagai masalah yang selalu dihadapi. Sehingga apabila ada pihak ketiga yang akan membuat kekacauan atau adu domba, dengan cepat bisa diatasi dan ditangkis.
Dalam menciptakan bangsa Indonesia yang madani ini, sekali lagi memang harus ada kerjasama antara ulama dan umara. Karena di mana-mana peran keduanya sangat strategis. Ulama mengatur kondisi umat dari segi spiritual dan umara mengatur umat dari segi kehidupan sosial dan kemasyarakatan dan umat sebagai pemberi sokongan atau dukungan kepada keduanya.

Memang, untuk menciptakan bangsa Indonesia yang madani ini tidak secepat yang diperkirakan, ibarat membalikan telapak tangan. Pasti membutuhkan proses dan perjuangan yang sangat lama, terlebih melihat kondisi bangsa Indonesia serta masyarakatnya yang semakin sakit ini. Sudah tentu akan banyak sekali tantangan yang akan dihadapi oleh ulama dan umara.

Oleh karena itu, tetaplah manjaga persatuan dan kesatuan, serta ulama harus bisa mempelajari politik dan umara harus paham akan agama. Karena pada hakikatnya, politik dan agama memang tidak bisa dipisahkan. Keduanya sama-sama memiliki kaitan yang sangat erat, namun jangan jadikan urusan agama demi kepentingan, tetapi berpolitik demi kepentingan agama dan umat.

*(Tulisan ini dubuat dalam Rangka Menyambut Pemilu Tahun 2014)

Muhammad Iqbal Nur Hakim
Mahasiswa Unisba Fakultas hukum 2009
Mantan Ketua Umum Kammi Unisba Periode 2011-2013

Iklan