INTERPRETASI UNDANG-UNDANG PIDANA


A. PENTINGNYA INTERPRETASI

Interpretasi undang-undang pidana diperlukan agar rumusan delik yang abstrak dapat diterjemahkan kedalam keaadaan yang konkret. Penafsiran yang paling sesuai dengan ini ialah penafsiran sosiologi atau sesuai dengan kehidupan masyarakat setempat.

B. PENEMUAN HUKUM OLEH HAKIM PIDANA

Khusus Indonesia, pasal 27 Undang-undang Pokok Kekuasaan Kehakiman mengatakan, bahwa hakim sebagai penegak hukum dan keadilan wajib menggali, mengikuti dan memahami nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat. Ini berarti bahwa hakim harus menemukan hukum. Mengenai hal ini Dr. Andi Hamzah, SH berpendapat bahwa “hakim menggali hukum yang hidup di dalam masyarakat” khususnya bagi hukum pidana tidak dapat dipakai untuk menciptakan hukum melalui analogi, tetapi melalu interpretasi, hakim Indonesia dapat menerapkan hukum pidana sesuai dengan hukum yang hidup di dalam masyarakat.

C. JENIS-JENIS INTERPRETASI UNDANG-UNDANG PIDANA

Interpretasi atau penafsiran Gramatika adalah interpretasi yang didasarkan pada kata-kata undang-undang. Jika kata-kata dalam undang-undang sudah jelas, maka harus diterapkan sesuai dengan kata-kata itu walaupun seandainya maksud pembuat undang-undang lain.

Interpretasi atau penafsiran historis (historis legis) yaitu penafsiran yang didasarkan kepada hubungan secara umum suatu aturan pidana.

Interpretasi atau penafsiran teleologis yaitu penafsiran mengenai tujuan undang-undang.

      Interpretasi atau penafsiran ekstensif yaitu penafsiran luas.

Interpretasi atau penafsiran rasional (rationeele interpretatie) yaitu interpretasi yang didasarkan pada rasio atau akal.

Interpretasi atau penafsiran antisipasi (anticeperende interpretatie) yaitu interpretasi yang didasarkan kepada undang-undang baru yang bahkan belum berlaku.

Interpretasi atau penafsiran perbandingan hukum yaitu interpretasi yang didasarkan kepada perbandingan hukum yang berlaku di berbagai Negara.

Interpretasi atau penafsiran kreatif (creatieve interpretatie) yang merupakan lawan dari interpretasi ekstensif dimana disini rumusan delik dipersempit ruang lingkupnya.

Interpretasi atau penafsiran tradisionalistik (traditionalistische interpretatie) yaitu interpretasi yang didasarkan pada tradisi yang kadang-kadang tersembunyi dan kadang-kadang jelas.

Interpretasi atau penafsiran doktriner (doctrinaire interpretatie) yang didasarkan pada doktrin.

Interpretasi sosiologis yaitu interpretasi yang didasarkan pada dampak waktu (zaman).

 

 

Iklan