Materi Bridal Tata Rias


IMG_20140607_094002A. PENDAHULUAN

Menikah merupakan momen khusus sebagai bentuk perayaan kasih sepasang manusia. Untuk itu berbagai persiapan direncanakan dengan seksama, tidak terkecuali rias pengantin. Setiap pengantin tentu ingin tampil memesona dihari pernikahannya karena pada hari itu semua perhatian akan tertuju pada kedua mempelai, khususnya mempelai wanita. Mempelai wanita dengan tata rias dan gaun yang anggun sesuai dengan karakternya akan terlihat lebih percaya diri dan mempesona. Untuk mewujudkannya dibutuhkan bantuan seorang penata rias yang dapat memahami gaya rias pengantin yang sesuai dengan karakter calon mempelai.

Seorang perias pengantin harus menguasai kosmetologi, corrective make up dan fashion make up. Hal ini sangat penting karena tata rias yang akan diwujudkan adalah tata rias yang elegan, anggun, dan modern, dan dapat disebut sebagai rias pengantin bergaya internasional atau rias pengantin barat. Rias pengantin barat terkesan lebih sederhana dan segar dengan penampilan yang natural namun tetap anggun dan elegan. Rias wajah yang terkesan lembut dan natural, dipadukan dengan gaun pengantin berwarna putih atau putih tulang, aksesoris yang simple dan serasi, dan memiliki ciri khusus yaitu menggunakan slayer dan membawa bunga tangan atau hand bouquet

Untuk merias pengatin barat diperlukan pengetahuan dan teknik merias wajah yang meliputi pengetahuan dan teknik corrective make up dan fashion make up, pemilihan kosmetika dan peralatan, penataan rambut, serta pengetahuan tentang gaun pengantin dan tipe-tipe tubuh.

B. Pengetahuan dan Teknik Corective Make Up

1. Pengertian rias wajah korektif

Rias wajah korektif adalah rias wajah yang menekankan pinsip koreksi bentuk wajah dan bagian-bagian wajah dengan cara menyamarkan bentuk-bentuk atau bagian wajah yang kurang sempurna dan menonjolkan bagian-bagian wajah yang sudah indah dengan menerapkan teknik shading (memberi bayangan gelap) dan tinting (memberi bayangan terang) dari base make up yang diaplikasikan.

Tata rias yang baik selain mempercantik penampilan secara lahiriah juga menunjang rasa percaya diri seseorang. Tidak hanya terbatas pada kecantikan secara lahiriah saja, kecantikan dari dalam perlu ditampilkan agar seorang wanita lebih dihargai sekaligus menghilangkan anggapan cantik hanya sebatas fisik. Kecerdasan dan sikap serta perilaku yang baik merupakan kecantikan yang tak ternilai, bila kondisi tersebut disatukan dalam sebuah pribadi yang menarik, kesempurnaan sebagai seorang wanita terasa lengkap.

Tujuan rias wajah adalah menonjolkan keindahan wajah dan menyamarkan atau menutupi kekurangan wajah. Untuk merias wajah dengan baik diperlukan keterampilan khusus yaitu pemahaman tentang beragam kosmetika dekoratif, peralatan penunjang serta teknik rias wajah korektif yang tepat. Tata rias wajah korektif diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan untuk menyempurnakan rias wajah dan mencapai bentuk wajah mendekati wajah ideal.

2. Analisa wajah dan bagian-bagian wajah

Hal pertama yang terlihat saat akan merias wajah adalah menganalisa bentuk wajah dan bagian-bagian wajah karena wajah diibaratkan sebagai kanvas bagi seorang perias wajah. Dengan memahami wajah maka kekuatan karakter yang akan ditampilkan melalui sebuah tata rias wajah semakin jelas terpancar.

Untuk itu diperlukan pengetahuan dan keterampilan “membaca” wajah guna menentukan aplikasi kosmetik dan korektif make up yang tepat. Untuk memudahkan melakukan korektif wajah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

1. Morfologi wajah

Morfologi secara umum dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bentuk dan ukuran. Morfologi dalam bidang kecantikan memperhatikan pada bentuk, ukuran, dan proporsi tubuh serta bagian-bagian tubuh yang dilakukan untuk menentukan tindakan kosmetis. Teori dan teknik merias wajah tidak hanya memperhatikan dan mempelajari morfologi saja, disebut sebagai morfologi fisiognomik, namun juga mempelajari dampak psikologis yang dibangkitkan oleh bentuk wajah serta bagian-bagiannya, disebut sebagai morfologi psikologis. Dengan mempelajari morfologi

fisiognomik dan morfologi psikologis maka seorang perias dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan wajah seseorang yang akan dirias dengan menerapkan korektif make up. Morfologi wajah dapat dipelajari dengan jalan mengamati wajah. Memahami pembagian wajah secara morfosiognomik akan mempermudah seorang perias merias wajah dengan jalan :

1. Mengamati wajah dari samping (en profile)

Pengamatan ini bertujuan mendapatkan gambaran data tentang garis luar wajah dan leher.

2. Mengamati wajah dari depan (en face )

Pengamatan ini bertujuan mendapatkan data tentang perbandingan letak mata, hidung dan mulut. Menentukan bentuk wajah melalui kesimetrisan wajah dan pembagian wajah secara vertikal dan horizontal untuk mendapatkan gambaran bentuk wajah yang tepat.

Gambar 1. Pembagian wajah secara vertikal dan horizontal

3. Mengamati fokus wajah

Pengamatan ini dilakukan pada wajah dengan menggunakan 2 garis miring diluar letak alat-alat wajah. Bagian fokus wajah adalah bagian yang terdapat didalam garis bantu tersebut dan merupakan bagian yang akan dirias, sedangkan bidang diluar garis bantu adalah bidang yang dikoreksi menggunakan shading dan tinting.

Gambar 2. Mengamati fokus wajah

4. Mengamati simetri wajah

Wajah manusia bila dipisahkan secara vertikal tepat dibagian tengah tampak tidak simetris antara sebelah kiri dan sebelah kanan. Ketidaksimetrisan ini dapat dibuktikan dengan cara menutup sebagian wajah dengan sehelai kertas atau menggunakan tali dengan cara menarik garis ditengah-tengah pada sebuah foto lalu perhatikan dengan seksama kedua sisi wajah tersebut. Hal ini perlu dilakukan sebelum merias wajah untuk menerapkan rias wajah yang sesuai.

Gambar 3. Mengamati simetri wajah

2. Memahami bentuk wajah

Kegiatan utama yang wajib dilakukan seorang perias adalah memperhatikan dengan seksama setiap detail bagian wajah model termasuk juga warna kulit wajah dan warna pupil mata. Selain itu cara seseorang berdandan dan menata rambut juga perlu diperhatikan untuk mengetahui karakternya secara umum termasuk juga memperhatikan warna-warna apa saja yang sesuai dan kurang sesuai serta hal-hal lainnya yang cocok dan tidak cocok dengan kepribadiannya. Bila ada yang kurang sesuai hendaknya memberitahukan kepada model dengan cara yang tidak menyinggung

perasaannya sekaligus memberikan saran-saran berkaitan tentang segala sesuatu yang sesuai dan cocok dikenakan model. Saat menganalisa yang perlu diperhatikan adalah :

Bentuk wajah manusia dibedakan menjadi 7 bentuk. Dengan mengenalnya lebih baik bukan saja mempermudah menuangkan goresan dan memberi warna tetapi juga mempermudah menciptakan rias wajah yang sempurna. Bentuk-bentuk wajah tersebut adalah bentuk wajah oval, bentuk wajah bulat, bentuk wajah buah pir, bentuk wajah persegi, bentuk wajah panjang, bentuk wajah segitiga dan bentuk wajah diamon atau wajik. Berikut adalah corrective bentuk-bentuk wajah.

Tinting

Blush On

Shading

Gambar 4. koreksi bentuk

Gambar 5. koreksi

wajah segitiga/buah pear

bentuk wajah persegi

Tinting

Blush On

Shading

Gambar 6. koreksi wajah

Gambar 7. koreksi

segitiga terbalik/diamond

wajah belah ketupat/wajik

Tinting

Blush On

Shading

Gambar 8. koreksi

Gambar 9. koreksi

bentuk wajah panjang

bentuk wajah bulat

Berikut adalah contoh koreksi bentuk wajah panjang dan wajah persegi:

Koreksi bentuk wajah panjang

Gambar 10. Koreksi bentuk wajah panjang (Martha Tilaar, 2009:58-60)

Koreksi bentuk wajah persegi

Gambar 11. Koreksi bentuk wajah persegi (Martha Tilaar, 2009:58-60)

sourche : staff.uny.ac.id/…./MATERI%20I%20BRIDALL.pdf